KITA akan MENUAI APA YANG KITA sedang TABUR
Gal 6:7-10
Dalam teks ini mengatakan dengan t1 egas bahwa sekalipun kita bukan petani namun tanpa terkecuali kita akan menuai sesuatu di masa yang akan datang. Rasul Paulus menggambarkan hidup ini sebagai kesempatan untuk menabur. Kita menabur kebinasaan jika kita menabur dengan kedagingan (Gal 5:16-17). Tetapi kita akan menuai hidup yang kekal jika kita menabut dengan kuasa roh (Gal 5:22-23). Marilah kita simak lebih lanjut tiga kupasan berikut:
I) KITA MENUAI APA YANG KITA TANAM
Ini adalah hukum alam dan hukum Allah (Gal 6:7)
Menabur kesusahan menuai malapetaka (Ayub 4:8)
Siapa menabur kebenaran menuai pahala (Ams 11:18)
II) KITA MENUAI LEBIH BANYAK DARI PADA APA YANG KITA TABUR
Hukum alam membenarkan bahwa satu batang tobat berisikan puluhan buah tomat yang berasal dari satu benih tomat
Menabur angin menuai toufan (Hosea 8:7)
III) KITA MENUAI KEMUDIAN APA YAN KITA TABUR SEKARANG
Tidak ada penabur yang mengharapkan hasil pada hari yang sama dimana ia menabur benih (Pengkh 3:2).
Allah akan membalas setiap orang sesuai perbuatannya (apa yang ia tabur) Pengkh 12:14.
Yang kita tabur akan kita tuai lambat atau cepat, hal itu akan terjadi (1 Pet 2:23)
KESIMPULAN
1. Apa yang kita tabur sekarang akan menuai pada hari dimana Yesus datang.
Menabur dalam daging akan menuai hidup yang kekal
Menabur dalam kebenaran akan menuai hiduo yang kekal
2. *** Gereja punya kesempatan untuk mengoreksi diri pada hari ini apakah saudara/i sedang menabur dalam kedagingan atau menabur dalam kebenaran.
3. .....................................
Mat 16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kis 27:29 Dan karena takut, bahwa kami akan terkandas di salah satu batu karang, mereka membuang empat sauh di buritan, dan kami sangat berhara
Rabu, 02 November 2016
KITA AKAN MENUAI DISANA APA YANG SEDANG KITA TABUR
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar